Jumat, 16 Februari 2018

Apakah rahasia itu :


Apakah rahasia itu :

Adalah lampu jalanan yang terbakarAdalah kelakar pecahan gelas yang telah usang

Adalah daftar angan di setiap buku harianAdalah samsara harumnya enggan padam

Adalah telepon genggam bergetar di samping kopi

Adalah melankolian berdeting deting pada pianoAdalah busa cappuccino melekat di pucuk hidung pujangga

Adalah telinga pada punggung mencari cinta yang berdegup kencang tak beraturan

Adalah kecup ketika hujan tak kunjung reda
Atau malah rahasia itu 

adalah doa’ supaya rindu terampuni,
sehingga puisi cinta di buku inipun dianggap selesai.
  


Jurnal hujan kemaren.

06 februari 2018, 17:25

“dear wulan”Hujan turun begitu sembrono:

Sore ini, hampir setengah enam

Air itu..! Tumpah begitu saja

Seperti air dari gelas yang tersikut lengan 

Mengguyur catatan harianTentang senja yang tak kunjung terbenam

Sore ini, hampir setengah enam

Hujan turun begitu sembrono:

kuyuplah aku, mencari sosok wulandari itu di penghujung angan.


Dongeng itu…!

Senin, 05 februari 2018.
Pada suatu hari,Aku menemukannya di dekat sebuah air mancur
Berdiri seperti markas penyihir berhias kembang gula.
Lalu ia menggodaku:

” mari sini, singgahlah walau sebentar “

Entah karena lelah 
atau malah terlalu terpesona,
Atau memang cerdik.

Aku Cuma bisa diam…Melihat butiran anggur dan sepiring potongan kue manis.

Ahhh.! 

Alangkah bahagianya…Ketika terdengar suara tungku penyihir mendidih di kesunyian dapur, Sementara gergasi kurcaci dan tentara mainan selalu berkata:

“ nanti …!“ 

Ahhh…! Jari-jariku renta, menulis huruf-huruf keriput pada dedaunan.
Mataku memejam menelan hari dan bibirku berbisik dengan perlahan bahwa :
Dongengku telah selesai.

Itu karena, cinta belum saatnya berakhir dan nenek sihir belum kata jambi-jambi.


Lagu-lagu malam

Dear wulandari

Menyelam jauh kedalam gelapMalam berbisik kedalam telinga
Jangan terkecoh, sayangDunia tak sepenuhnya tidur

Namun aku makin dalam tenggelam
Kedalam mimpi-mimpi
Bersama kerlap kerlip lampu
Berlesatan di ujung mata


Jangan tertidur, sayang Dunia tak sepenuhnya tulus 

Karena suara itu, akan mendayu-dayu 
Sebuah ninabobo dari negeri asing 

Say something

Say something
Anything 

Aku ingin berkata-kataTetapi, bibirku terlanjur bungkam
  
Buaian
Bualan


Di dalam semuanya tetap sama satu warna ( hitam ). 



Aku cemburu

Pada angin… 
Yang mampu menyejukkanmu

Pada hujan…
Yang dengan bebasnya membasahimu

Pada selimut…
Yang dengan mudah mendekap dan menghangatkanmu

Tapi, apa mungkin aku harus menjadi :

Menjadi angin…
Namun tak terlihat

Menjadi air hujan…
Yang stiap saat akan kering

Menjadi selimut…
Yang nyata namun, hanya mampu bersama pada saat dibutuhkan. 



 Sebuah mimpi untukmu

Tak ku harapkan awan bertabur bintang
Tak ingin ku petik rembulan pebingkai malam
Aku cukup bahagia dengan senyumannya
Meski jarak terlalu jauh, untuk bersua


Seperti engkau yang di sana
Tersenyumlah saat ku tak lagi bersamamu

Karena kan selalu kutitipkan rindu untukmu
Dalam tiap detik perjalanan waktu

Mungkin raga tak lagi mampu kau sentuh
Tapi senyum keindahan kan selalu untukmu

Sadar..!Aku bukan pujangga sejati
Tapi kan ukir sebuah mimpi hanya untukmu..Bidadari… 


Senyumlah

Andai senyum itu
Sanggup menopengi kedukaan
Karena, kau akan lebih derita melihatkan wajahmu sengsara… 


Ketawalah
Andai ketawa itu mampu mengusir nestapa.
 

Note:Butuh kritikanmu kawan.

 oleh: bahrul si binatang jangkrik.